chapter7:/daun, pohon & angin

September 27th, 2007 by deniqr

Kemarin, temen saya sms.
she say "eh ada yang sms ke gw isinya kayak gini; daun
terbang karena angin bertiup atau karena pohon tidak
memintanya untuk tinggal?"
sepintas gampang banget ini. asumsi saya ini pasti antara
pria dan wanita.
dan saya yakin semua juga pasti bisa nebak.

Beberapa saat berlalu, saya baca lagi sms dia.
kali ini dengan sedikit merenung.
:)
ternyata semakin direnungkan dan ditelaah, malah semakin
jadi ribet. huee..hee.. :D
Ini kayak main catur,
kait mengait, jawabannya juga serba dilematis.
tapi ada hal menarik didalamnya.

ok.
ayo kita coba urai dan semoga sistematis;
saya pikir daun sadar harus meninggalkan pohon.
loh..kenapa?
sebab daun akan merasa berguna dan seharusnya meninggalkan
pohon, agar tempatnya bisa tergantikan oleh tunas-tunas
baru yang akan membuat pohon semakin rindang.

berapapun jauh angin membawanya pergi dan dimanapun daun
harus terjatuh di tanah, ini tidak menjadi masalah bagi
daun.
dan sekali lagi daun sadar dirinya harus mati agar berguna
bagi tanah dan tumbuhan lainnya.

Pohon pun harus memiliki pola pikir yang sama.
sebaliknya, jika pohon mempertahankan daun, ini akan
berakibat satu garis kehidupan akan panen bencana.
ini mirip dengan; jika dipertahankan, akan menjadi racun,
dan racun bisa berbahaya.

Dan seandainyapun daun ingin berlama-lama bermain dengan
angin, itupun tetap akan menjadi sesuatu yang nyaman
dilihat. saya yakin daun sudah memikirkan semuanya.
termasuk tujuan, hasil dan konsekuensi pilihan.
dan mudah-mudahan saja daun sadar, bahwa setiap
apapun, selalu memiliki keterbatasan… :)

Kalau hidup ini rasanya sulit, itu karena kita
menginginkannya menjadi rumit.
Tapi rangkaian kerumitan ini akan membuat kita semakin
dewasa dalam berpikir, berucap kata, dan bertindak.
semoga semua menjadi lebih baik.

visit me http://cantigi.wordpress.com/

chapter6:/c13

September 21st, 2007 by deniqr

Mungkin..,
mungkin saja mengungkapkan perasaan itu -karena berbagai pertimbangan- adalah kesalahan besar.
tapi saya enggak pernah menyesal sedikitpun pernah melakukan itu.
kamu tau reaksi orang-orang? agak aneh memang, tiba-tiba aja semua merasa seperti hakim dengan isi vonis yang sama; saya bersalah.., :(
ya.. itu tadi, karena berbagai pertimbangan.

Apa yang saya ungkapkan itu adalah bahasa perasaan paling universal di dunia ini.
kamu pasti tau itu kan..?
(kalau saya boleh membela diri)
yang ngasih perasaan itu ke manusia, siapa? pasti jawabannya adalah; yang ngasih kita nafas setiap saat.
lantas, yang merasakan itu pasti manusia, yang bikin peraturan dan norma itu juga pasti manusia.
kemudian pasti muncul pertanyaan populernya; siapa yang salah?
enggak ada…
bukan manusia, tidak juga Tuhan.
lantas?
(ini dari sudut perspektif saya loh..)
inilah proses hidup dalam setiap proses kehidupan manusia. proses dalam proses, gitu lah pokoknya.
saya lebih fokus ke manusia yang kebeneran menjalaninya.
proses ini harus dilewati kan?

Asumsikan saja ada 2 solusi, 2 resiko, 2 konsekuensi, dan 2 hasil akhir.
saya yakin kita bisa mikir lah.
hasil akhirnya juga enggak susah ditebak kok; semuanya pasti 2 kata yang berlawanan.
masalahnya, yang serba 2 itu mau kita letakan di siapa?, kenapa?, kapan? dan bagaimana?
dilema itu pasti.
adrenalin meningkat drastis itu pasti.

Pffhhh.. melelahkan.
ini sangat melelahkan bagi yg terkena dan sedang menjalaninya.
hasil akhir yang menyakitkan itu sudah biasa kan?
tapi, mungkin enggak hasil akhir dari serba 2 itu ternyata bahagia?
(pasti banyak yang bilang enggak mungkin, bullshit)
ayo dong..mungkin enggak? :)

Saya lebih cenderung untuk menikmatinya.
urusan waktu itu relatif lah. bisa lama, bisa sedetik.
kenapa?
sebenernya ini anugerah loh..
anugerah terbesar Tuhan untuk umat manusia.
saya sangat bersyukur masih bisa merasakan anugerah tersebut.
walaupun saya enggak pernah, atau belum tau hasil akhirnya.
dan saya enggak mau nebak-nebak konklusinya.

saya pengen nikmatin proses ini dulu.
walaupun waktunya sebentar.
meskipun hasil akhirnya enggak bagus.
bahkan ketika migrain saya semakin meningkat rasa sakitnya.
kenapa?
karena saya tau, mungkin saya salah
karena saya enggak pernah menyesal.
karena saya ikhlas, tanpa pamrih…

percayalah xxx,
kalaupun ada batas, batas itu setipis ketika nafas saya berhembus…

visit me http://cantigi.wordpress.com/

chapter5:/folder lagu bunuh diri

September 3rd, 2007 by deniqr

Awalnya sih iseng, trus ada yg ngomong, haallaahh.. lagu cengeng semua tuh.
Biarinlah, yg penting enak. payah muna semua.
Gw iseng taroh di server, trus sharing. 2 hari setelah itu.., pas gw liat network traffic,
gilaaaa…padat banget akses ke folder itu. haa…huee..hhueee…
sekalian aja gw bikin polling, eh responnya mayan lah, plus komen miring2 gitu lah.
never mind, yg penting semua senang.
nih hasilnya "24 lagu bunuh diri":

Ahmad Band - Aku Cinta Kau & Dia
Dewa19 - Separuh Nafas
Java Jive - Gerangan Cinta
Java Jive - Kau yang Terindah
Ungu - Demi Waktu
Anggun - Mimpi
Ada Band - Masih (Sahabat Kekasihku)
Jamrud - Pelangi di Matamu
Jamrud - Ajari Aku Cara Mencintaimu
Jamrud - Tentang Kita
Drive - Bersama Bintang
Melly - Risau
Naff - Akhirnya Kumenemukanmu
Rio Febrian - Bukan Untukmu
ST12 - Aku Masih Sayang
Peterpan - Menghapus Jejakmu
Peterpan - Semua Tentang Kita
U Camp - Bayangan
Sahara - Angin Malam
Sahara - Cinta
Katon Bagaskara - Cinta Putih
Kla Kustik - Semoga
Kla Kustik - Tak Bisa ke Lain Hati
Kla Kustik - Terpurukku di Sini

Cobain deh salah satu…

visit me http://cantigi.wordpress.com/

chapter4:/sendal.jepit

September 2nd, 2007 by deniqr

Ia hanyalah sebuah sendal jepit, 
yang berusaha selalu menapak bumi dalam segala hal.
Yang bisa dipakai kemana saja.
 
Ke mesjid, ke mal, warung pinggir jalan, nonton atau hanya sekedar buat nongkrong. 
Jika sebuah goresan meresahkan  pantovel…,
gesekan dengan tanah, kerikil, aspal, bahkan pecahan beling sekalipun,
adalah sesuatu yang biasa bagi sebuah sendal jepit.

Melihat venus saat malam menjemput semburat jingga lazuardi,
sangat memberikan kenikmatan tersendiri baginya,
(kala yang lain berlomba menggapai rembulan sang pemberi mimpi indah). 

Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang hanya melayani tuan pemilik, kemanapun ia ingin pergi. apapun yang ia inginkan.
Banyak kondisi tapak yang sudah diperkenalkan padanya secara perlahan ataupun tiba-tiba. Terkadang…,  jelas terbentang tujuannya.
tapi lebih sering merupakan misteri pekat tak terjawab.
Ingin rasanya seperti mereka, melayang kepelukan sang rembulan. walau tak pernah tergapai. 

Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang akhirnya lebih memilih menapak tanah, mengikuti perintah sang pemilik. 
Apapun yang tergariskan. 
Tak pernah lelah mencoba lebih berguna walaupun karet dan warna habis tergesek.
Kesepian abadi dalam pengembaraan menjadi temannya paling akrab. 

Terlalu jauh sudah ia melangkah mengikuti sang pemilik dalam pengembaraan tanpa batas.
Hingga tersadar tak seorangpun menemaninya. 
Saat ini ia terus terdiam, sementara semburat jingga mulai berpendar, 
berputar perlahan menyusup ke dalam sisa karet dan warnanya yang kusam.
Terbunuh oleh sepi,  tak pernah berhenti menanti sesuatu yang akan ia jadikan teman,
untuk menikmati garis lazuardi menjemput fajar. 

Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang punya keinginan menjadi berguna,
walau hanya untuk menjadi sebuah mainan bagi anak kecil,
yang ia harapkan tertawa polos tanpa dosa,
agar sang fajar tersenyum memberikan sedikit sinar untuk karet dan warna kusamnya.

Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
Dan ia tak pernah menyesal tercipta sebagai sebuah sendal jepit,
karena saat ia berjabat erat dengan sang pemilik…,
ia telah tahu ada arrasy tertanam erat dalam jiwa dan rohnya.

visit me http://cantigi.wordpress.com/

 

chapter3:/air

September 2nd, 2007 by deniqr

Air bersifat mengalah namun selalu tidak pernah kalah.
Air mematikan api dan membersihkan kotoran.
Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan,
air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun.
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu,
Bilamana bertemu batu arang, dia akan berbelok untuk kemudian
meneruskan perjalanannya kembali.
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati.
Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati,
karena dia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.
Air menang dengan mengalah, dia tak pernah menyerang.
Namun selalu menang pada akhir perjuangannya.

Tao Te Ching

visit me http://cantigi.wordpress.com/

chapter2:/sahabat

September 2nd, 2007 by deniqr

Persahabatan secara umum merupakan hal yang paling suci  dan bermanfaat bagi manusia.
Orang yang baik adalah sahabat bagi dirinya sendiri,  dan yang lain juga merupakan teman baginya; 
ia tidak mempunyai musuh kecuali yang membencinya. 
Orang yang bijaksana akan mendapatkan manfaat dari musuh-musuhnya.
Sedangkan orang yang bahagia adalah orang yang mempunyai sahabat 
dan berusaha agar dirinya bermanfaat bagi mereka…

visit me http://cantigi.wordpress.com/

chapter1:/flowchart

September 2nd, 2007 by deniqr

Imajinasi mempengaruhi pikiran.
Pikiran pasti mempengaruhi ucapan-ucapan.
Ucapan-ucapan selalu mempengaruhi tindakan dan tingkah laku.
Tindakan dan tingkah laku akan mempengaruhi kebiasaan.
Kebiasaan akan membentuk karakter.
Dan karakter akan membentuk diri kita sesungguhnya secara harfiah…

visit me http://cantigi.wordpress.com/